Cara Mengukur Relay

Cahpeni.com – Pada artikel sebelumnya kita telah membahas bagaimana Cara Mengukur Potensiometer dengan Multimeter, sekarang kita akan membahas secara jelas Cara Mengukur Relay dengan alat ukur yang sering disebut dengan Multimeter.

Bagi kalian yang belum tahu, Relay adalah salah satu komponen elektronika yang terdiri dari sebuah coil (Lilitan), kaki-kaki terminal (Penghubung), dan seperangkat kontak yang berbentuk saklar (Switch). Lebih jelasnya, Relay merupakan saklar dioperasikan secara elektronik.

Ada dua kondisi kontak pada Relay, yang pertama NC (Normally Close) dan NO (Normally Open). Kontak yang tetap berada dalam posisi terbuka (Open) saat Relay tidak diaktifkan disebut dengan NO (Normally Open).

Lalu kontak yang tetap dalam posisi tertutup (Close) saat Relay tidak dihidupkan atau diaktufkan disebut dengan NC (Normally Close).

Fungsi

Terdapat beberapa fungsi relay yang dianggap umum dan diaplikasikan pada peralatan elektronika, seperti :

  1. Relay berfungsi untuk menjalankan Fungsi Logika
  2. Relay berfungsi untuk memberikan penundaan waktu
  3. Relay berfungsi untuk mengendalikan Sirkuit tegangan tinggi dengan bantuan dari signal tegangan rendah
  4. Relay berfungsi untuk melindungi motor dan komponen lainnya dari tegangan secara berlebihan maupun hubung singkat

Cara Mengukur Relay dengan Multimeter

Untuk mengukur sebuah relay kita dapat menggunakan multimeter digital dan multimeter analog, dengan itu kita dapat menguji atau mengukur apakah relay yang akan diukur dalam kondisi baik atau bahkan rusak.

Pengukuran yang dilakukan diantaranya adalah nilai Resistansi Coil Relay dan kondisi poin (Contact poin) ketika sedang diaktifkan ataupun ketika dinonaktifkan.

Agar lebih akurat, kita membutuhkan Power Supply untuk mengaktifkan relay yang bersangkutan (Seperti baterai 9V). Langsung saja simak berikut cara menguji atau mengukur relay dengan menggunakan Multimeter digital.

Pengukuran saat kondisi Relay diaktifkan

  1. Aktifkanlah relay dengan cara menghubungkan arus listrik yang sesuai dengan tegangan pada relay tersebut, salah satu caranya yaitu dengan menggunakan baterai 9V.
  2. Saat itu akan terdengar suara “klik” ketika relay tersebut aktif setelah diberikan aliran listrik. Lebih tepatnya suara tersebut menandakan bahwa kontak poin sudah berpindah dari posisi NC ke posisi NO.
  3. Pastikan saklar pada multimeter masih berada pada posisi Ohm
  4. Sambungkan salah satu Probe Multimeter pada Terminal COM dan Probe lainnya pada NC
  5. Pastikan hasil nilai pada Display Multimeter adalah tidak terhingga. Kondisi tersebut menandakan antara Terminal COM dan NC tidak memiliki hubungan sama sekali ketika relay diaktifkan atau dalam kondisi baik
  6. Pindahkan Probe Multimeter yang berada di Terminal NC ke NO dan pastikan nilai dari Display Multimeter adalah 0 Ohm. Kondisi tersebut menandakan antara Teminal COM dan NO terhubung dengan baik ketika relay diaktifkan.
    Pindahkan Probe Multimeter yang berada di Terminal NC ke NO dan pastikan nilai dari Display Multimeter adalah 0 Ohm. Kondisi tersebut menandakan antara Teminal COM dan NO terhubung dengan baik ketika relay diaktifkan.

Pengukuran saat kondisi Relat dinonaktifkan

  1. Setting posisi Saklar Multimeter pada posisi Ohm (Ω)
  2. Sambungkan salah satu Probe Multimeter pada Terminal COM dan Probe yang lain ke Terminal NC (Normally Close), pastikan nilai yang tertera pada Display Mulimeter adalah 0 Ohm. Kondisi tersebut menandakan antara Terminal NC dan Terminal COM ke Terminal NO tersambung dengan baik (Short).
  3. Pindahkan Probe Multimeter yang berada pada Terminal NC pada Terminal NO (Normally Open), lihat dan pastikan nilai yang terlihat pada layar atau display multimeter adalah “Tak terhingga”. Kondisi tersebut menandakan antara Terminal NO dan Terminal COM sama sekali tidak memiliki hubungan atau berada dalam kondisi baik-baik saja.
    Kondisi tersebut menandakan antara Terminal NO dan Terminal COM sama sekali tidak memiliki hubungan atau berada dalam kondisi baik-baik saja.
  4. Sambungkan Probe Multimeter pada Terminal Coil (2 point)
    Itu untuk mengukur nilai dari resistansi Coil apakah sudah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh si pembuat relay tersebut (Spesifikasi Manufakturer).
  5. Itu untuk mengukur nilai dari resistansi Coil apakah sudah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh si pembuat relay tersebut (Spesifikasi Manufakturer).

Demikian pembahasan artikel kali ini, semoga bermanfaat. Sampai jumpa lagi dan terimakasih.

Yakin Ngga Mau Komen?