Cara Mengukur SCR dengan Menggunakan Multimeter atau Multitester

Cara Mengukur SCR (Silicon Controlled Rectifier) – Silicon Controlled Rectifier atau yang disingkat dengan SCR pada dasarnya adalah Dioda yang memiliki tiga terminal kaki. Dua kaki tersebut diantaranya Katoda dan Anoda yang berfungsi sama seperti Dioda pada umumnya. Sedangkan kaki yang ketiga berfungsi untuk pengendali yang sering dikatakan sebagai Gate.

Ada hal penting yang harus perlu kita ketahui bahwa sebuh SCR hanya dapat menghantarkan listrik seperti Dioda normal pada umumnya jika diberikan tegangan maju (Forward Biased) dan memperoleh tegangan pada kaki pengendali atau Gate .

Maka dari itu, ada sedikit perbedaan antara pengukuran atau pengujian SCR dengan Dioda normal pada umumnya. Namun kita tetap dapat menggunakan Multimeter atau Multitester untuk mengukur dan menguji apakah SCR tersebut masih berfungsi dengan baik.

Jenis dan Tipe SCR

Masing-masing SCR tentu memiliki kaki yang sering disebut dengan terminal Gate, dengan melihat karakteristik bias yang diaplikasikan pada Gate terhadap reaksi SCR, maka SCR dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu :

  • Jenis Mode Reverse Blocking Mode SCR (Off State)
  • Jenis Mode Forward Blocking SCR (Off State)
  • Jenis Mode Forward Conduction SCR (On State)

Kumpulan Bentuk SCR

Sama dengan Dioda, SCR juga memiliki banyak bentuk yang berbeda-beda menurut setiap packingnya. Hingga saat ini, berbagai bentuk SCR yang sering ditemukan terdapat lima macam, seperti :

  • SCR Model Kancing (Press Diode)
  • SCR Bentuk Baut (Stud SCR)
  • SCR TO (Bentuk Transistor)
  • SCR SOT (Isotop)
  • SCR Diamond Pack

Cara Mengukur SCR dengan Multimeter

Cara Mengukur SCR dengan Multimeter

Agar dapat mengukur atau menguji sebuah SCR, maka yang harus disiapkan adalah alat Multimeter atau satu kabel pendek yang akan kita gunakan untuk penghubung atau jumper. Penasaran bagaimana caranya? Yuk simak langkah – langkahnya di bawah ini.

  1. Setting posisi saklar Multimeter ke R atau Ohm (Ω) x10.000.
  2. Sambungkan probe hitam Multimeter (Negatif) pada kaki Anoda SCR dan probe merah Multimeter (positif) pada kaki katoda SCR.
  3. Lihat hasil pengukuran atau pengujian pada display multimeter, hasil pengukurannya harus menunjukkan nilai resitansi yang tinggi.
    Jika pada display multimeter menunjukkan nilai resitansi yang sangat rendah, maka SCR bisa dikatakan sudah hubung singkat ((Short) atau sudah rusak.
  4. Sambungkan probe merah multimeter (Positif) pada kaki Anoda SCR dan probe hitam multimeter (Negatif) pada kaki katoda SCR.
  5. LIhat Hasil pengukuran pada display multimeter, hasil yang muncul harus menujukkan resistansi yang tinggi.
    Apabila hasil yang ditunkukkan oleh display multimeter rendah, maka sudah dinyatakan hubgung singkat (short) atau sudah rusak tidak berfungsi.
  6. Pada waktu probe hitam dan probe merah masih terhubung pada kaki SCR seperti pada langkah keempat tadi, sambungkan kaki Gate dan kaki Anoda pada SCR dengan menggunakan kabel jumper (Kabel penghubung). Apabila SCR berfungsi dengan normal pada umumnya, maka nilai resistansi yang terlihat pada display multimeter hasilnya akan menunjukkan nilai resistansi yang sangat rendah. Nilai resistansi tersebut akan masih tetap rendah walaupun jumper atau kabel penghubung di-disconnect.
    Kabel penghubung atau jumper fungsinya adalah memberikan arus pada kaki Gate SCR atau untuk pemicu Trigger SCR.

Nb :

  • Setiap tipe SCR memiliki spesifikasi dan karakteristik yang berbeda-beda, apabila arus yang diberikan Multimeter tidak mencukupi untuk mengaktifkan SCR, maka bisa juga untuk mengubah settingan posisi saklar ke Ohm (Ω) x1.000 atau x100.

Mungkin sekian dulu pembahasan pada artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Sampai jumpa dan terimakasih.

Cek juga tandakutip.com.

Yakin Ngga Mau Komen?